Follow by Email

Sabtu, 22 Oktober 2011

Puisiku

Merpati
karya : Regozamil Reo

Kau perkenalkan aku pada seekor merpati kecil
Tak ku kenal tapi ingin ku mengenalnya
Mulailah diriku bersiul rayu dengannya
Sang merpati pun membalas siulanku dengan kicauan indahnya

Ku mendengarnya melalui udara yang berhembus melewati hatiku
Yang semakin lama kicauan itu makin jelas terdengar
Semakin lama merpati itu berkicau padaku
Mulai tumbuhlah perasaan itu
Perasaan dalam hatiku tuk memiliki merpati itu sepenuhnya
Namun merpati itu berada jauh di langit seberang

Ku senang melihat sang merpati mendatangiku
Dari hanya sebuah siulan, kini telah menjadi sebuah nyanyian
Tak pernah ku menyangka
Sang merpati menyanyikan sebuah lagu indah
Yang akhirnya menjadikan sang merpati menjadi milikku

Lagu-lagu indah menghiasi awal hari-hari bahagiaku
waktu terus bergulir bagaikan pasir yang tertiup angin
Tak terasa tali yang tengah ku rangkai telah mencapai sebelas ikatan
Terlihat jelas rona abu-abu mendatangi sang merpatiku
Namun tak ku hirau akan hal itu

Terdengar kabar yang penuh kabut menderu hatiku
Bahwa sang merpati ingin terbang meninggalkanku
Tak ku yakinkan akan hal itu
pergantian terbit mentari menjelaskan semuanya
Sang merpatiku menyanyikan sebuah lagu perpisahan padaku
Ingin ku bertanya, mengapa?
Namun semua itu sudah terlambat
karena merpatiku telah pergi meninggalkanku



Cahaya Gelap (Puisi)

Cahaya Gelap
karya : Regozamil Reo

Kutulis sebuah kisah
Yang tiada awal dan akhir
Tiada ternama tiada juga tersirat
yang dirangkai dengan kata-kata indah menyentuh hati

Bagai diiringi katak bernyanyi
Hujan turun teramat deras
Irama petir berokestra di langit
Bagaikan paduan suara menggelegar hati

Semak-semak rerumputan pun saling berbisik
Menceritakan semua kebusukan di hati
Yang teramat perih namun tak menyakitkan
Tapi membekas dalam di jiwa
Seketika turunlah seberkas cahaya dari langit
Yang dapat menyentuh jiwa dan raga
Seketika pula muncul kegelapan di hati
Yang menghalangi cahaya suci memasuki Qalbu

Cahaya gelap menutupi mata hati
Yang tak terusik walau telah ku lawan
Selalu datang di saat ku tak sadar
Dan selalu mengikutiku kemanapun ku berlari